03
May
2020

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021

Dibuka secara daring mulai tanggal 05/05/2020

03
May
2020

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021

Dibuka secara daring mulai tanggal 05/05/2020

03
May
2020

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021

Dibuka secara daring mulai tanggal 05/05/2020

03
May
2020

Naskah Akademik dan Draf Tujuh Ranperda Diterima dari Tim Penyusun, Komisi-komisi Diminta Segera Mencermatinya

MANOKWARI – Tim penyusun dari STIH Bintuni telah mempresentasikan serta menyerahkan naskah akademik dan rancangan tujuh (7) peraturan daerah kepada DPRD Manokwari, Minggu (3/5/2020). Diharapkan setelah menerima naskah akademik dan rancangan perda tersebut, komisi yang mengusulkan segera mempelajarinya.

Wakil Ketua DPRD Manokwari, Norman Tambunan, mengatakan, dalam presentasinya, tim penyusun telah menyampaikan muatan-muatan yang ada dalam Ranperda-Ranperda tersebut.

“Karena itu, kita akan lakukan pembahasan bersama-sama tim perumus apakah ada muatan lagi yang mungkin kita akan masukkan ke dalam . Itu kembali kepada tiap-tiap komisi yang akan membahasnya,” ujarnya.

Dia meminta komisi-komisi untuk memanfaatkan sebaik mungkin untuk membahas ranperda yang diterima dari tim penyusun. Sebab, masih ada banyak agenda kegiatan DPRD.

“Jadi teknis rapatnya seperti apa, itu kembali ke setiap komisi,” tukasnya.

Ketua Tim Penyusun dari STIH Bintuni, Rudi Yosep Viktor, mengatakan, penyusunan naskah akademik dan rancangan tujuh perda tersebut melibatkan hampir semua dosen STIH Bintuni. Dari ketujuh rancangan perda tersebut, tim penyusun lebih memberi perhatian serius pada rancangan Perda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Hal itu karena berkaitan dengan nasib orang.

Menurutnya, tim penyusun siap jika dibutuhkan komisi-komisi dalam pembahasan draf rancangan perda tersebut. “Prinsipnya kami siap kapan pun dibutuhkan,” tegasnya. (SM7)

sumber : https://suaramandiri.co/2020/05/03/naskah-akademik-dan-draf-tujuh-ranperda-diterima-dari-tim-penyusun-komisi-komisi-diminta-segera-mencermatinya/

03
May
2020

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021

01
May
2020

Izin Universitas Lodewijk Mandatjan Diproyeksikan Terbit Tahun Ini

Izin Universitas Lodewijk Mandatjan Diproyeksikan Terbit Tahun Ini
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bintuni (sekarang STIH Caritas Papua) Dr Roberth KR Hammar SH MHum MM.
Izin pendirian Universitas Lodewijk Mandatjan diproyeksikan akan terbit tahun ini.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bintuni (sekarang jadi STIH Caritas Papua, red) Dr Roberth KR Hammar SH MHum MM mengatakan proses pemenuhan semua persyaratan administrasi dan teknis sedang dilakukan.

“Sampai dengan syarat seperti mars dan hymne Universitas Lodewijk Mandatjan,” ujarnya, Jumat (01/05/2020).

Universitas yang cikal bakalnya berasal dari penggabungan STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa itu pada awalnya akan memiliki tiga fakultas, yaitu fakultas hukum, ekonomi, dan sains dan teknologi.

Terkait penerimaan mahasiswa baru, dia mengatakan sudah akan memakai kop Universitas Lodewijk Mandatjan, dengan catatan bahwa universitas tersebut merupakan penggabungan dua sekolah tinggi tersebut.

Mahasiswa baru yang akan diterima terbatas jumlahnya sesuai akreditasi masing-masing, yaitu maksimal 250 mahasiswa untuk STIH Bintuni (STIH Caritas Papua) dan 300 mahasiswa untuk STIE Mah Eisa.(an/dixie)

sumber : https://papuakini.co/2020/05/01/izin-universitas-lodewijk-mandatjan-diproyeksikan-terbit-tahun-ini/

19
Apr
2020

Kembali STIE Mah- Eisa dan STIH Bintuni bagi 1000-an Masker ke Masyarakat

Minggu, 19 April 2020 • (KE) 

Civitas Akademika STIH Bintuni dan STIE Mah-Eisa Manokwari/Foto: KE


MANOKWARI, Kasuarinews.com – Guna menghambat laju penyebaran virus Corona, Civitas Akademika dan para mahasiswa Universitas Lodewijk Mandatjan (ULM) yang merupakan penggabungan dari STIH Bintuni Papua Barat dan STIE Mah-Eisa Manokwari, kembali menyalurkan 1100 buah masker kepada masyarakat di sejumlah titik di Kabupaten Manokwari. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga sekaligus melatih mahasiswa untuk peduli terhadap sesama manusia. Karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat.

 

Yohanes D. Resi, S.E,. M.Si, Koordinator sekaligus Dosen STIH Bintuni-Papua Barat mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan kelanjutan dari aksi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.  “Kita dari civitas ULM dan juga mahasiswa kembali membagi 1100 buah masker kepada masyarakat pada 4 titik di kabupaten Manokwari. Hal ini adalah tindak lanjut dari kegiatan beberpa hari lalu di mana kami juga  membagikan sembako dan 800 buah masker untuk pengguna jalan,” ujar Resi, Sabtu (18/4).

 

Untuk aksi kali ini, ujar dia, pihaknya fokus pada masyarakat di Biryosi, Lampu Merah depan BRI, Wirsi dan juga Inggramui. Bagi dia, tempat seperti itu rawan, karena dihuni banyak orang baik Papua maupun non Papua. “Apalagi sudah bercampur kemudian ditambah dengan kondisi masyarakat yang tidak memakai alat pelindung diri (masker),” ujarnya.

 

“Yang seperti itu sangat rentan, meskipun sudah dibagikan 800 buah kemarin. Namun lewat langkah kami masuk ke kompleks hari ini, kiranya semua potensi itu bisa dihindari. Kita berharap, lewat pembagian masker yang dilakukan oleh Lembaga ini, dapat membantu mencegah masyarakat di Manokwari dari virus Covid-19,”  ungkap Yohanes Resi.

sumber : http://kasuarinews.com/berita/detail/781/e9980597ae362a24496069d0795555f9

18
Apr
2020

Lagi, Mahasiswa ULM Bagikan 1100 Masker

18 April 2020, 23:30

Manokwari,TN- Sejumlah mahasiswa Universitas Lodewijk Mandatjan (ULM) kembali membagikan ribuan masker, namun kali ini mereka menyambangi pemukiman warga pada beberapa titik di Kabupaten Manokwari.

Kordinator lapangan yang juga dosen STIH Bintuni-Papua Barat, Yohanes D. Resi, S.E,. M.Si  kepada wartawan, Sabtu (18/4) mengatakan, hal ini dilakukan, guna menghambat perkembangan pandemi Covid-19 di tengah masyarakat.

“Hari ini kita dari Civitas Akademika ULM, termasuk mahasiswa kembali membagi 1100 buah masker, kepada masyarakat di empat titik di Manokwari. Hal ini adalah tindak lanjut dari kegiatan kami dua hari kemarin yang membagikan sembako dan 800 buah masker untuk pengguna jalan,” ujar Resi,

Untuk aksi kali ini, sambung Resa pihaknya fokus pada masyarakat di Biryosi, Lampu Merah depan BRI, Wirsi dan juga Inggramui.

Menurut Resi, ditempat seperti itu rawan, karena dihuni banyak orang baik Papua maupun non Papua. apalagi sudah bercampur kemudian ditambah dengan kondisi masyarakat yang tidak memakai alat pelindung diri (masker).

“Yang seperti itu sangat rentan, meskipun sudah dibagikan 800 buah kemarin. Namun lewat langkah kami masuk ke kompleks hari ini, kiranya semua potensi itu bisa dihindari,” tuturnya. Lanjut Resa, hidup berguna bagi sesama manusia itu lebih baik. Sehingga dirinya berharap, lewat pembagian masker yang dilakukan oleh Lembaga ini, dapat membantu mencegah masyarakat di Manokwari dari covid-19.

sumber : http://teropongnews.com/berita/lagi-mahasiswa-ulm-bagikan-1100-masker/

18
Apr
2020

Aksi Bagi APD Masker, Wujud Kepedulian STIE MAH-EISA manokwari dan STIH Bintuni Lawan COVID19

MANOKWARI, gardapapua.com — Ketua STIE MAH-EISA, DR. Roberth Hamar, S.H.,M.H, Jumat (17/4/2020) kemarin mengungkapkan, Wabah virus corona memang telah menjadi masalah masyarakat dunia, dan sampai di Provinsi Papua Barat.

” Kita lihat dari perkembangan covid-19 di Indonesia faktanya sampai saat ini masih kian menanjak baik yang terpapar dan sudah terkonfirmasi positifnya.Dimana meski di papua barat sampai saat ini mungkin berdasarkan data dan pemeriksaan secara PCR ibukota provinsi papua barat, kota manokwari baru dua (2) orang atau jiwa,”Ujar Roberth Hamar.

Atas hal tersebut, STIE MAH-EISA manokwari dan STIH Bintuni demi mengurangi kepanikan akan virus corona, mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan cara yang sehat dan menyenangkan, yakni dengan melakukan aktivitas terbatas serta tak lupa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker untuk melindungan saluran pernapasan hidung dan mulut, dan menerapkan etika batuk di tempat umum.

Dalam aksi tersebut, juga guna melatih aktivitas sosial dengan menggerakan kesadaran mahasiswa untuk bersama turut peduli kepada sesama, dengan membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat umum yang melewati kawasan lampu merah Hj. Bauw, Jl. Pasir, Wosi Manokwari.

“Kita melihat banyak masyarakat yang masih acuh tak acuh untuk tidak mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker. Selain itu aksi sosial yang kita lakukan ini adalah bentuk bersama melatih aktivitas sosial dengan menggerakan kesadaran mahasiswa untuk bersama turut peduli kepada sesama,”Terangnya

Sembari menambahkan, bahwa selain melaksanakan pembagian APD berupa masker sebanyak 800 buah, pihak kampus STIE MAH-EISA manokwari dan STIH Bintuni juga melalui kepedulian para dosen telah melakukan aksi pembagian sembako terhadap disekitar lingkungannya. [Ian/Red]

sumber : https://gardapapua.com/2020/04/18/aksi-bagi-apd-masker-wujud-kepedulian-stie-mah-eisa-manokwari-dan-stih-bintuni-lawan-covid19/

17
Apr
2020

10 Warga di Jalan Manokwari, 7 Tak Pakai Masker

10 Warga di Jalan Manokwari, 7 Tak Pakai Masker
STIH Bintuni Manokwari dan STIE Mah Eisa bagi masker di Manokwari, 17 April 2020.

Penggunaan masker yang dianjurkan pemerintah pusat dan daerah untuk dikenakan warga saat ke luar rumah belum terlalu diindahkan.

Menurut Ketua STIH Bintuni Manokwari, Dr Roberth KR Hammar SH MH, pengamatannya secara sekilas di lokasi keramaian di Manokwari menunjukkan dari 10 orang, baik yang jalan kaki maupu naik motor, tujuh di antaranya tidak memakai masker.

Padahal, pemakaian masker sangat penting untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Apalagi, data Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat menunjukkan sudah ada dua warga Manokwari yang positif Covid-19.

Oleh karena itu, kampusnya terus berupaya mensosialisasikan hal itu ke masyarakat, termasuk dengan membagikan masker gratis asal Korsel maupun campur.

Salah satunya seperti yang dilakukan di dua titik ramai lalu lintas di Manokwari, Jumat (17/04/2020).

Pembagian masker yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan mahasiswi itu akan terus dilakukan sesuai kemampuan, termasuk ke rumah-rumah.(an/dixie)

sumber : https://papuakini.co/2020/04/17/10-warga-di-jalan-manokwari-7-tak-pakai-masker/